Jumat, 11 Juni 2010

5 Alasan Para Ibu adalah Karyawan Terbaik

. Jumat, 11 Juni 2010
0 Pendapatmu

Di kantor pun masih ingat membuat janji dengan dokter anak.

 

Ibu sebagai karyawan                 Perempuan bekerja sering kali dituduh mengalami conflict of interest karena sering izin dari kantor untuk menemani anak. Hampir tidak ada pria yang dianggap mengalami kondisi ini, padahal itu terjadi karena pria tidak dibebani tanggung jawab untuk mengasuh anak. Perempuanlah yang harus menanggung beban tersebut, dan mereka masih harus menerima tuduhan tersebut.

Padahal, kalau saja perusahaan mengerti, perempuan berkeluarga justru merupakan karyawan yang paling dapat diandalkan. Adanya peran ganda tersebut saja sudah membuktikan bahwa perempuan mampu mengerjakan lebih banyak pekerjaan. Linda Waters, career coach yang juga pendiri BacktoBusiness.org, memberikan lima alasan lain mengapa perempuan bekerja bisa jadi karyawan paling hebat:
1. Profesionalisme
Anda tidak akan membuyarkan konsentrasi klien dari urusan kerja dengan menunjukkan telepon dari pacar yang ingin ketemu, tato, rok mini, beachy hair ala Miley Cyrus yang bikin klien gemas ingin mengikatnya, atau berbicara dengan terbata-bata.

2. Pintar mengatur jadwal
Jika ada orang yang paling cermat mengatur jadwal, itulah para ibu baru. Bagaimana mengatur antara pekerjaan administratif, berolahraga, dinas keluar kota, menelepon si mbak di rumah untuk menanyakan kabar anak, sampai membuat janji dengan dokter anak, Anda bisa melakukannya tanpa meleset. Perempuan yang sudah memiliki anak sangat mahir menangani hal ini, bahkan tahu bagaimana menghadapi kekacauan dengan tenang.
3. Kemampuan mengelola
Tak satu pun kegiatan di atas yang tidak dilakukan dengan lebih dulu mengelola apa yang harus dibawa dan dilakukan. Membawa pemompa ASI, membawa snack agar tidak kelaparan di jalan, membawa berkas-berkas dari kantor, hingga membawa sepatu dan pakaian untuk berolahraga. Jika satu saja elemen di atas meleset, seluruh jadwal bisa berantakan. Terlambat pulang, bisa-bisa si kecil menangis sepanjang malam, dan hal ini lebih menakutkan daripada ditegur atasan!
4. Loyal dan pintar bernegosiasi
Jika perusahaan ingin mengetahui karyawan mana yang loyal dan mampu memberikan yang lebih, itulah para ibu. Perempuan berkeluarga tahu bagaimana menghargai pekerjaan dan fleksibilitasnya. Sebagai karyawan, Anda juga pintar bernegosiasi. Misalnya, jika Anda boleh pulang lebih sore hari ini, Anda akan datang lebih pagi besok. Atau, jika Anda boleh izin sebentar untuk menjemput anak di sekolah, Anda akan sekaligus mampir menemui buyer.
5. Manajemen SDM
Sebagai ibu, Anda harus memberikan briefing untuk pengasuh anak, bersosialisasi dengan sesama orangtua murid pada pertemuan bulanan, membantu menyiapkan arisan keluarga suami, menyiapkan laporan yang akan dipresentasikan atasan Anda di acara regional meeting, dan tentunya menyusun kegiatan Anda sendiri di kantor. Anda harus berurusan dengan banyak orang dengan kepribadian dan jadwal yang bervariasi. Jika tidak terbiasa menghadapi manusia dengan berbagai persoalannya (dan persoalan Anda sendiri), Anda pasti langsung menyerah.

 

 

Sumber : logo_kompas

Klik disini untuk melanjutkan »»

PUTRI PERTAMAKU, ECCLESYA HADTHA CHRISTALYANT

.
0 Pendapatmu

       9 Bulan menunggu akan hadirnya sang buah hati dari pernikahan kami, sebetulnya kelahiran sang buah hati diprediksi oleh dokter awal juni 2010 yang dimana jika menurut hitung-hitungan kebidanan bisa mundur 2 minggu ( 22 Mei 2010 ) atau maju, kami tidak tahu hanya TUHAN yang dapat menjawabnya. Tanggal 15 Mei 2010 pukul 08.30 kami berdua kontrol di Balkesmas carolus cijantung ( kontrol rutin ) oleh bidan, tapi menurut pengamatan bidan kandungan istri sedikit kendala & harus coba di cek oleh dokter yang dimana jam praktek dokter jam 10.00 yang kemungkinan dokter bisa molor datengnya hingga jam 11.00. Kami tidak ingin menunggu terlalu lama di balkesmas maka kami memutuskan untuk cek di dokter klinik sejahtera, tapi sayang ternyata praktek dokter justruk jam 19.00 tapi kami tetap kontrol dengan dokter di klinik dikarenakan penjelasan dokter di klinik ini lebih memuaskan hati kami. Pukul 19.00 kami berangkat ke klinik yang dimana dekat dengan rumah orang tua, tapi sayang dokter dateng telat jam 20.30. tapi kami tetap menunggu karena memang kami respect dengan dokter ini, pukul 20.30 akhirnya kami bertemu dengan dokter, setelah dicek kandungan melalui monitor ( USG ) terdapat kelainan air ketuban yang dimana sedikit sekali air ketubannya, sehingga dilakukan cek lab. Kami menunggu hasil lab. diketahui bahwa sang istri mengalami tensi darah yang tinggi & hampir keracunan maka dokter tersebut menyarankan untuk dirawat, kami berdua setuju & akhirnya dokter membuat surat rujukan ke rumah sakit untuk dirawat karena kandungan sangat riskan jika terlalu lama atau dipaksakan lahir pada waktunya. Pukul 22.30 akhirnya kami menuju ke rumah sakit carolus salemba bersama orang tuaku, sampai di ruang UGD pukul 23.00, lalu istri dicek tensi darahnya, sangat mengagetkan sih tensi darahnya hingga 170/90 yang dimana tensi normalnya 110/80an. pada pukul 00.30 tgl 16 Mei 2010 khirnya istri dirawat diruang isolasi kamar bersalin untuk menurunkan tensi darahnya, memang berangsur menurun walau lambat tensi darahnya hingga hari senin tgl 17 Mei 2010 bertemu dengan dokter Mathius Lesmana. Setelah melihat surat rujukan dari dokter di klinik yang dimana air ketuban sudah sedikit maka dokter Mathius memberikan statemen bahwa harus dilakukan operasi sesar ( sectio ) pada hari selasa 18 Mei 2010, saat itu dokter memberikan penjelasan kenapa mesti di operasi sesar ada pertimbangan 1. jika menunggu lahir normal, dokter tidak mengetahui siapa yang bisa selamat ibu atau sang bayi & 2. dilakukan operasi sesar kemungkinan besar ibu & sang bayi bisa selamat tapi semua ini TUHAN yang menentukan. Saat mendengar hal itu kami berdua memilih opsi 2 yang dimana memang harus operasi yang harus dipilih. Kami berdua selalu berdoa dari awal hingga hal ini terjadi. Tgl 18 Mei 2010 jam 08.30 istri akhirnya dibawa kelantai 2 ruang operasi untuk dilakukan operasi sesar, sambil menunggu di ruang tunggu sambil berdoa rosario akhir saya dipanggil oleh suster untuk keruang operasi ( pukul 08.48 ), hati terasa deg-degan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saat masuk ruang operasi, dokter menjelaskan bahwa sang bayi telah lahir dengankelamin perempuan & selamat, saya pun mengucap syukur “Terima kasih TUHAN” pada pukul 08.45 berat 190kg panjang 44cm. Ya setelah dari ruang operasi atas penjelasan dokter saya keluar dengan rasa bahagia bahwa anak kami telah lahir walau beratnya tidak termasuk normal, tapi TUHAN memberikan jalan buat kami berdua.  
SDC13850
Kami sekeluarga menunggu yang dimana sudah datang orang tua mertua yang jauh2 datang dari surabaya untuk memberikan support & doa kepada istriku, kurang lebih pukul 09.30 sang bayi dibawa keruang MC ( medium care ) untuk dirawat, kenapa MC karena berat sang bayi hanya 190kg yang seharusnya 200 – 250kg normalnya. Tapi tidak apa2 yang penting TUHAN memberikan keselamatan untuk putriku ini, kami sekeluargapun masih menunggu istri yang belum keluar dari ruang perawatan setelah operasi. Pukul 11.00 akhirnya istri dibawa keruang perawatan ruang yosef, tapi memang istri belum bisa melihat sang bayi hanya diruang operasi saja. Kami berdua sudah mempersiapkan nama untuknya yaitu ECCLESYA HADTHA CHRISTALYANT yang artinya Ecclesya adalah Gereje, Hadtha adalah gabungan namaku & istri ( Hadi & Littha ) & Christalyant adalah semoga anakku ini menjadi seperti kristal bersinar & berharga. Istri & anakku berada di RS. carolus ruang Yosef kamar 613 dari tgl 18 s/d 24 Mei 2010 cukup lama memang itu dikarena si kecil Lesya ( begitu panggilannya ) terkena penyakit kuning yang dimana penjelasan secara kedokteran dikarena daerah kedua orangtuanya berbeda si ibu B sang ayah O jadi sang bayi menjadi kuning ( billrubin hingga 13 ) tap dengan dibantu oleh perawat yang langsung si lesya dibawa kedalam tempat yang disinari cahaya & dibantu sang ibu menyusui.  Puji TUHAN Lesya akhirnya pulang dengan billrubin 8 & berat 230kg….

<SAMSUNG DIGITAL CAMERA>
 SDC13900
 
SDC13895SDC13916



LUCUNYA ANAKKU ECCLESYA HADTHA CHRISTALYANT

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 05 April 2010

Kualifikasi Helm SNI ( Standar Nasional Indonesia )

. Senin, 05 April 2010
0 Pendapatmu

 

helm-SNI-dalam

   Standar Nasional Indonesia (SNI) soal helm sudah diteken sejak 2007. SNI soal helm motor ini nomornya SNI 1811-2007/
Pemerintah berharap dengan adanya SNI para pengguna helm dapat terjamin keselamatannya karena terjaminnya mutu helm.
Selain itu juga dengan adanya SNI ini mendorong para produsen helm dalam negeri untuk memproduksi helm dengan mutu yang bagus dan dapat bersaing dengan mutu helm yang diproduksi negara lain.
Alasan lain adanya SNI agar helm yang ada di Indonesia mampu memenuhi persyaratan unjuk kerja yang dipersyaratkan secara internasional.
SNI ini merupakan revisi SNI No. 09-1811-1990, dengan mengadopsi dari standar internasional Rev. 1/add. 21/Rev.4 dari E/ECE/324 dan E/ECE/TRANS/505 Regulation No.22, uniform provision concerning the approval of protective helmets and visors for drivers and passangers of motor cycles and mopeds, BS 6658:1985, Protective Helmet for Motorcyclists, dan JIS T 8133:2000, Protective Helmet for Drivers and Passangers of Motor Cycle and Mopeds.
SNI ini dirumuskan oleh Panitia Teknis Kimia Hilir melalui proses/prosedur perumusan standar dan terakhir dibahas dalam konsensus pada tanggal 7 Desember 2004 di Jakarta yang dihadiri oleh para anggota panitia teknis kimia hilir, konsumen, produsen dan lembaga pengujian dan juga instansi pemerintah terkait.
Oke itu pembukaan biar paham soal asal usul SNI. Terus bagaimana kualifikasi helm yang lolos SNI?
Pertama dari material:
Bahan helm harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 derajat Celsius sampai 55 derajat Celsius selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet, serta harus tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya
b. Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu
c. Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, dan tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai.
Kedua konstruksi:
Konstruksi helm harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Helm harus terdiri dari tempurung keras dengan permukaan halus, lapisan peredam benturan dan tali pengikat ke dagu,
b. Tinggi helm sekurang-kurangnya 114 milimeter diukur dari puncak helm ke bidang utama yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bola mata,
c. Keliling lingkaran bagian dalam helm adalah sebagai berikut:

Ukuran
Keliling Lingkaran Bagian dalam (mm)Helm SNI

S Antara 500    – kurang dari 540

M  Antara 540  – kurang dari 580

L Antara 580    – kurang dari 620

XL Lebih dari 620

d. Tempurung terbuat dari bahan yang keras, sama tebal dan homogen kemampuannya, tidak menyatu dengan pelindung muka dan mata serta tidak boleh mempunyai penguatan setempat
e. Peredam benturan terdiri dari lapisan peredam kejut yang dipasang pada permukaan bagian dalam tempurung dengan tebal sekurang-kurangnya 10 milimeter dan jaring helm atau konstruksi lain yang berfungsi seperti jaring helm.
f. Tali pengikat dagu lebarnya minimum 20 milimeter dan harus benar-benar berfungsi sebagai pengikat helm ketika dikenakan di kepala dan dilengkapi dengan penutup telinga dan tengkuk,
g. Tempurung tidak boleh ada tonjolan keluar yang tingginya melebihi 5 milimeter dari permukaan luar tempurung dan setiap tonjolan harus ditutupi dengan bahan lunak dan tidak boleh ada bagian tepi yang tajam,
h. Lebar sudut pandang sekeliling sekurang-kurangnya 105 derajat pada tiap sisi dan sudut pandang vertikal sekurang-kurangnya 30 derajat di atas dan 45 derajat di bawah bidang utama.
i. Helm harus dilengkapi dengan pelindung telinga, penutup leher, pet yang bisa dipindahkan, tameng atau tutup dagu.
j. Memiliki daerah pelindung helm
k. Helm tidak boleh mempengaruhi fungsi aura dari pengguna terhadap suatu bahaya. Lubang ventilasi dipasang pada tempurung sedemikian rupa sehingga dapat mempertahankan temperatur pada ruang antara kepala dan tempurung.
l. Setiap penonjolan ujung dari paku/keling harus berupa lengkungan dan tidak boleh menonjol lebih dari 2 mm dari permukaan luar tempurung.
m. Helm harus dapat dipertahankan di atas kepala pengguna dengan kuat melalui atau menggunakan tali dengan cara mengaitkan di bawah dagu atau melewati tali pemegang di bawah dagu yang dihubungkan dengan tempurung.

Sumber : http://oto.detik.com/read/2009/07/09/114454/1161910/648/kualifikasi-helm-sni%E2%80%931

Klik disini untuk melanjutkan »»

SELAMAT PASKAH 2010

.
0 Pendapatmu

Paus Benedictus XVI

Paus Benediktus Minggu menyerukan penyelenggaraan perdamaian di Timur Tengah dan Afrika ketika berlangsung pemberian berkah Paskah olehnya, sementera warga Kristen diseluruh dunia merayakan kebangkitan Jesus sebagaimana di kisahkan dalam kitab Injil. Puluhan ribu peziarah berkumpul di alun-alun Santo Petrus untuk mendengarkan pesan hari Paskah Paus, hari tersuci dalam kalender Kristen.Benediktus yang mengunjungi Timur Tengah bulan depan mengatakan ia akan membawa pesan harapan dan rekonsiliasi ke wilayah itu.  Ia juga menyinggung masalah kekurangan pangan didunia, kekisruhan finansial, meningkatnya kemiskinan dan perang, serta konflik yang tak ada akhirnya di Afrika.Paus juga memberi ucapan Selamat Paskah khusus untuk para korban gempa bumi minggu lalu di Italia tengah.

 

 

SELAMAT PASKAH 2010

TUHAN MEMBERKATI

Paskah 2010

MARI BEKERJASAMA MEMBERANTAS KEMISKINAN

Klik disini untuk melanjutkan »»

Yesus Bangkit

.
0 Pendapatmu

Ayat bacaan: 1 Korintus 15:17
==========================
"Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu."

Yesus BangkitYesus Telah Bangkit 


Kematian seseorang yang disayangi sungguh menyisakan kepedihan mendalam bagi siapa saja. Jika meninggal karena sakit saja sudah terasa berat, apalagi jika mereka meninggal tak disangka-sangka. Seorang teman dekat saya meninggal karena tertimpa pesawat terbang yang jatuh di tengah jalan beberapa tahun yang lalu. Ia pergi kerja seperti biasa, berpamitan kepada istrinya, lalu tidak ada yang tahu bahwa ia ternyata menjadi salah satu korban tewas tertimpa pesawat yang jatuh tidak lama setelah tinggal landas. Tidak kurang 4 hari istrinya kelabakan mencari suaminya yang tiba-tiba hilang sampai akhirnya menemukan jenazah suaminya dalam kondisi tidak dikenal lagi. Hingga hari ini istrinya masih kehilangan dan sulit untuk melanjutkan hidupnya tanpa kehadiran sang suami tercinta.
Apa yang dialami murid-murid Yesus pada saat Dia disalibkan pun demikian.

Mereka menjadi begitu takut, bingung dan sedih. Saking kalutnya kita bisa melihat bagaimana dua orang murid Yesus dalam Injil Lukas 24:13-35 tidak menyadari siapa Sosok yang berjalan bersama mereka. Ternyata sepanjang jalan Yesus sendirilah yang hadir menyertai mereka! Tidak hanya kepada dua orang ini, tetapi Yesus menampakkan diriNya yang telah bangkit di hadapan begitu banyak orang, mulai dari Maria Magdalena, murid-murid Yesus bahkan ada banyak di antara tentara Romawi sendiri yang menyaksikan secara langsung bahwa kuburan Yesus telah kosong. Semua tercatat dalam Injil, sehingga jelaslah bukti bahwa Yesus bangkit mengalahkan kuasa maut. Lihatlah kisah kebangkitan Yesus dalam Lukas 23:56-24:12. Ketika para wanita mendatangi kuburan Yesus untuk membawa rempah-rempah, mereka terkejut mendapati bahwa batu besar yang menutupi kuburan itu telah terguling dan kuburan sudah kosong. Sebagai gantinya, mereka melihat dua orang yang memakai jubah berkilauan. Yang terjadi kemudian adalah demikian: "Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." (Lukas 24:5-7). Yesus bangkit! Dan kita melihat bagaimana para murid yang tadinya dicekam ketakutan dan keraguan kemudian berubah secara instan menjadi pewarta-pewarta firman yang tangguh. Mereka bahkan tidak lagi peduli dengan nyawa mereka dan terus mewartakan Injil kemana-mana. Tidak ada orang yang bisa berubah begitu mendadak dalam waktu singkat jika mereka tidak melihat sesuatu yang sangat istimewa. Tadinya mereka takut, bahkan ketika Yesus ditangkap para murid pun sempat melarikan diri dan bersembunyi. Tetapi perjumpaan mereka kembali dengan Yesus, kuasa Yesus yang sanggup mengatasi maut mereka saksikan secara langsung, kebenaran secara nyata hadir di depan mereka, dan itu membuat kepercayaan mereka meningkat drastis. Dan kita melihat bagaimana iman mereka menjadi begitu teguh sehingga berani mewartakan firman meski nyawa menjadi taruhannya.
Paulus menyimpulkan dengan tepat bahwa Kebangkitan Kristus adalah kunci dari pemberitaan Injil dan iman kita. "Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu." (1 Korintus 15:14) Ia melanjutkan "Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan." (ay 15).Semua hanyalah akan sia-sia jika Yesus tidak bangkit. Kitapun akan terus hidup dalam dosa hingga diganjar kebinasaan. "Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus." (ay 17-18). Tetapi Yesus membuktikan bahwa Dia tidak mampu dikalahkan oleh maut. Yesus bangkit! Dan Paulus pun menulis: "Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal." (ay 20). Iman kita tidak akan pernah sia-sia. Keselamatan jelas menjadi bagian dari diri kita hari ini, dan itu semua menjadi nyata karena kebangkitanNya.
Bagaimana dengan perjalanan iman kita hari ini? Apakah iman kita masih goyah dan gampang digoyang keraguan dan ketidakpastian? Apakah kita masih saja ragu akan keselamatan yang telah diberikan Tuhan lewat penebusan Kristus? Apakah semua ini masih membuat kita tidak berperan secara nyata untuk menjadi terang dan garam di tempat dimana kita tinggal? Hari ini mari kita kembali merenungkan makna di balik kebangkitanNya. Sadarilah bahwa kebangkitan Kristus telah membuktikan bahwa kepercayaan kita tidak pernah sia-sia. KematianNya menebus semua dosa kita, membayar semuanya lunas, lalu kebangkitan Yesus tiga hari kemudian dengan gemilang mengalahkan maut, itu merupakan esensi paling penting dalam iman kita. Karena itu berhentilah bermain-main dengan dosa. Jangan terus berada dalam kematian, karena Yesus yang hidup telah membawa kita keluar dari kematian untuk masuk ke dalam hidup yang kekal. Teruslah taat hingga akhir, agar keselamatan yang sudah dianugerahkan kepada kita lewat Kristus tidak terbuang sia-sia.

 

Selamat Paskah buat semua pembaca Renungan Harian Online, Tuhan Yesus memberkati anda.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 22 Maret 2010

Bagaimana Belajar Mencintai Pekerjaan?

. Senin, 22 Maret 2010
0 Pendapatmu

 

Mencintai pekerjaan

     Banyak faktor yang menentukan seseorang bisa mencintai pekerjaannya atau tidak. Kesesuaian latar belakang pendidikan, keterampilan, pengetahuan, dan minat seseorang dengan pekerjaan akan membuat seseorang merasa nyaman dengan pekerjaannya.
Menurut Donna Turner, praktisi dari Sumber Daya Manusia Experd, tercapainya harapan seseorang akan kondisi lingkungan fisik kerja yang sesuai, hubungan atasan dan bawahan yang harmonis, gaji dan reward yang pas, tantangan dan kompleksitas kerja yang sesuai dengan kapasitas pribadi juga ikut menentukan.
Selain itu masih ada juga citra positif perusahaan tempat seseorang bekerja, load kerja, manajemen waktu yang efisien, serta masih banyak faktor lain. Semua ini akan menentukan bahagia-tidaknya seseorang dengan pekerjaan yang ia lakukan. Anda bisa menelusuri di sini. Apa saja penyebab ketidakbahagiaan Anda untuk kemudian dicari jalan keluarnya.
1. Konsultasi pada psikolog karier
Pertimbangkanlah kembali jika Anda berpikir bahwa rutinitas adalah hal yang menjadi batu sandungan bagi Anda, perhitungkan sejauh mana rutinitas yang bisa Anda toleransi, dan sejauh apa yang bisa membuat Anda tertekan dan terbebani. Apakah rutinitas yang berkaitan dengan interpersonal, suasana fisik kantor, prosedur/proses kerja, ataupun hasil kerja, yang membuat Anda tidak bahagia dengan pekerjaan saat ini.

Berkonsultasi dengan psikolog karier bisa membantu Anda mengakses kemampuan diri yang terpendam. Anda bisa mengikuti tes-tes minat serta alat-alat ukur/assesment yang digunakan dalam penelusuran karier. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui jenis pekerjaan/karier, serta minat yang sesuai bagi Anda.

2. Alternatif solusi praktis
Jika ternyata pekerjaan/karier yang Anda jalani sekarang kurang sesuai, pertimbangkan untuk mengawali lagi pilihan pekerjaan yang lebih cocok. Jika ternyata pekerjaan/karier Anda saat ini sudah sesuai, pertimbangkan faktor-faktor apa yang menjadi penghambat kepuasan Anda bekerja saat ini. Sebagaimana diurai di atas, diskusikan alternatif solusi praktis apa saja yang bisa Anda ambil untuk menentukan langkah selanjutnya.
Lihat pula kecenderungan Anda pada masa-masa sebelumnya. Misal, dalam tiga tahun terakhir, Anda sudah tiga kali pindah kerja dengan siklus waktu kerja yang cenderung pendek, bisa diindikasikan bahwa ketika Anda mulai merasa menguasai suatu hal, lalu merasa pekerjaan yang dilakoni sebagai rutinitas, berarti Anda kurang tertantang. Jika begitu, cobalah cari tantangan pekerjaan yang sifatnya moderate (sedang) untuk meningkatkan semangat kerja Anda. Setiap unit kerja tentu memiliki ragam spektrum kerja dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas kerja yang berbeda.
3. Tumbuhkan "mindset" positif
Diskusikan dengan atasan Anda, kemungkinan mendapatkan tanggung jawab kerja yang baru, yang bisa meningkatkan level keterampilan dan pengetahuan Anda. Ajukan diri untuk terlibat dalam project baru yang berkaitan dengan role kerja Anda, jika terbuka tawaran tersebut di tempat kerja Anda. Bergabunglah dengan grup profesi, yang sesuai dengan profesi Anda, dengan memperluas networking sekaligus meng-update regulasi baru, tren, dan ilmu baru, berkaitan dengan profesi kerja Anda. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi perusahaan Anda saat ini maupun bagi Anda pribadi.
Bisa-tidaknya Anda menikmati pekerjaan tergantung juga pada bagaimana mindset Anda terhadap pekerjaan tersebut. Tumbuhkan mindset positif. Visualisasikan hal-hal detail dan menarik mengenai pekerjaan yang sudah didapatkan dan ingin Anda optimalkan. Tanamkan itu di benak dan hati Anda dari waktu ke waktu. Hal ini akan mendorong kecintaan terhadap pekerjaan dan membuat Anda tergerak membereskan dan mengatasi hal-hal yang mengganjal rasa suka Anda pada pekerjaan tersebut.
Selamat mencoba!

Sumber : logo_kg

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jangan lupakan kebaikkan TUHAN

.
0 Pendapatmu

Ayat bacaan: Mazmur 103:2
======================
"Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!"

Kebaikkan TUHAN

TUHAN yang murah hati.

Rutinitas seringkali membuat kita bagai robot. Bekerja, bekerja, dan terus bekerja tanpa ingat waktu. Bangun pagi, kita akan langsung diingatkan dengan segudang jadwal dan pekerjaan yang harus dilakukan sepanjang hari ini. Tidak jarang kita tidak lagi punya kesempatan untuk bermalas-malasan sebentar di atas kasur ketika jam weker berdering. Langsung meloncat turun dan buru-buru bersiap untuk berangkat ke tempat kerja. Dan ketika kita mulai berhadapan dengan situasi seperti ini, kita pun sering menjadi lupa kepada Tuhan, yang notabene adalah Pemberi segala berkat, termasuk yang sedang kita sibuki saat ini. Semua berasal dari Tuhan dan kebaikanNya, tapi ironis ketika kita malah lupa kepada Sang Pemberi dan lebih fokus kepada apa yang diberikan.Kita memilih untuk menyampingkan urusan rohani ketika kesibukan duniawi menimpa kita, dengan berbagai alasan dan alibi. Kita mengorbankan saat teduh dan persekutuan-persekutuan doa ketika kesibukan menyita jam-jam kita.


Seorang teman di sebuah situs jejaring memasang ayat bacaan hari ini di statusnya. "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2). Ini adalah sebuah peringatan yang penting, terutama bagi kita yang memiliki jadwal kesibukan luar biasa. Tuhan yang penuh kasih telah memberikan kebaikan yang berlimpah kepada kita. Dia telah mengampuni segala kesalahan kita, besar atau kecil (ay 3) dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir laut (Mikha 7:19), Dia yang menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan dalam diri kita. (Mazmur 103:3). Dia yang telah menebus kita dari kematian, dan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat (ay 4). Dia yang telah memberi kepuasan dengan kebaikan, sehingga kita bisa tetap memiliki semangat yang membumbung tinggi seperti rajawali (ay 5). Terhadap ini semua, bukankah kita sudah sepantasnya mengucap syukur?
Berulang-ulang kita menjumpai seruan untuk mengingat kasih setia dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." (Mazmur 106:1, 107:1, 118:1,29, 136:1). Sedemikian pentingnya seruan ini untuk diberikan kepada kita manusia secara berulang-ulang karena tendensi kita untuk melupakan hal itu sedemikian besar. Bahkan ketika kita sedang dilanda kecemasan atau kekhawatiran sekalipun, kita harus selalu mengingatkan jiwa kita akan kebaikan Tuhan. "Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu." (Mazmur 116:7). Sungguh Tuhan baik, dan itu tidak boleh kita lupakan. Biarlah tumpukan pekerjaan terus menyibuki kita, tapi jangan pernah lupa terhadap kebaikanNya. Roh kita tahu dan akan selalu menyembah Allah, tapi jiwa dan daging kita seringkali membuat kita lupa akan hal ini. Karenanya kita harus selalu dengan rajin mengingatkan kembali jiwa kita, terus menyegarkan jiwa kita dengan firman Tuhan dan merenungkan segala kebaikanNya dalam hidup kita. Kesibukan boleh datang, tapi kebaikan Tuhan jangan pernah dilupakan. "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2).

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 01 Maret 2010

10 Dosa dalam Percakapan

. Senin, 01 Maret 2010
0 Pendapatmu

Percakapan yg membosankanPercakapan adalah kunci menuju kepribadian, intelektualitas, dan kehidupan spiritual yang lebih baik. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana membangun percakapan yang menyenangkan bagi lawan bicaranya. Akibatnya, lawan bicara bukannya tertarik untuk saling berbagi cerita, tetapi jadi bosan dan ingin segera meninggalkan Anda. Hal itu akan terjadi bila Anda melakukan "dosa" sebagai berikut:

1. Mendominasi percakapan. Anda baru saja selesai menceritakan sebuah pengalaman yang lucu. Namun seseorang yang merasa dirinya lebih dari Anda, dan ingin mendominasi akan berkata seperti ini, "Itu tidak lucu. Lebih lucu ceritaku, nih".
Orang yang senang mendominasi percakapan sebenarnya tidak berniat untuk mendengarkan Anda. Mereka berharap Anda lah yang akan mendengarkan mereka. Mereka akan senang menantang Anda untuk mendengarkan cerita Anda, namun tidak mau Anda memberikan komentar. Mereka hanya berniat untuk membuat lawan bicara menjadi pendengar saja.
2. Pandangan mata. Ada pepatah mengatakan bahwa pandangan mata akan mengatakan segalanya. Sedikitnya hal itu benar dan berlaku dalam percakapan. Kalau lawan bicara Anda menatap Anda seakan ingin "menelan" Anda, pasti ada hal yang mengganggunya. Begitu juga bila seorang teman lama mendatangi Anda dan menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan. Anda menyambut jabatannya, tetapi Anda tak menatapnya. Hal ini memberi kesan Anda meremehkan dirinya.
3. Pura-pura mendengar. Anda pasti pernah berada dalam situasi yang ramai, dan menyebabkan Anda kurang dapat mendengarkan dengan jelas. Anda pun meminta mereka untuk mengulang kembali apa yang mereka katakan. Tetapi setelah mereka mengulang berkali-kali Anda jadi merasa bersalah, dan ingin membuat suasana jadi baik kembali. Terkadang hal ini tidak berhasil. Sebab apa yang Anda tanggapi ternyata berbeda dengan konteks yang mereka sampaikan. Contohnya Anda mengatkan, "Wah, bagus itu". Padahal lawan bicara Anda baru mengatakan bahwa ia akan bercerai!
4. Salah sasaran. Bercanda dengan kaum pria tentu berbeda dengan bercanda dengan saat Anda bersama rekan-rekan wanita. Pastikan bahwa lelucon yang Anda lontarkan untuk perempuan memang sesuai untuk mereka, atau sebaliknya (lelucon yang pas untuk pria). Sebab tidak semua jenis humor bisa disampaikan kepada semua pendengar.
5. Merasa ikut tenar. Anda mengatakan kenal dengan selebriti A atau B, atau sering nongkrong bareng penyanyi atau band ini dan itu. Sekali-dua kali, cerita ini mungkin akan terdengar hebat di kalangan teman-teman Anda. Namun akan membosankan saat Anda memaksakan topik yang hanya mempertunjukkan kebolehan Anda dalam berteman.
6. Semua tentang diri sendiri. Anda bercerita tentang keluarga, hobi, gaya pakaian, pekerjaan, atau liburan Anda saat long weekend lalu. Apa pun yang Anda ceritakan, hanya berfokus pada kegiatan Anda. Seakan-akan dunia ini akan sepi tanpa ada Anda. Sahabat terbaik pun akan bosan menghadapi obrolan Anda, apalagi mendengarkan curhatan Anda tentang pria yang baru Anda kenal saat sahabat Anda tengah enak-enak tidur.
7. Hal-hal negatif. Menceritakan semua hal yang berhubungan dengan kemalangan Anda boleh saja dilakukan sesekali. Tetapi kalau hal itu menjadi topik yang terus-menerus Anda umbar, semua orang pasti akan memilih menghindar saja dari Anda. Semua orang akan senang bertukar pengalaman dan memberikan solusi, tapi -terus terang saja- hal-hal yang negatif tidak selalu menjadi bahan perbincangan yang menarik, lho.
8. Jawaban pendek. Lawan bicara Anda hanya mengomentari dengan kata-kata "Ya" atau "Tidak". Mereka terdengar seperti pencuri yang baru saja Anda interograsi. Coba cari topik atau pembicaraan yang bisa memancing lawan bicara untuk lebih banyak bercerita dan menyampaikan pendapat mereka.
9. Terlalu banyak bicara. Karena Anda tidak ingin percakapan jadi hambar atau situasi jadi hening, Anda pun bicara terus-menerus tanpa memberikan kesempatan pada lawan bicara. Kalau Anda menggunakan cara ini saat kencan pertama kali dengan si dia, dijamin dia tidak akan menelepon Anda lagi esoknya.
10. Ingin terlihat smart. Anda boleh saja menceritakan sejumlah buku atau majalah favorit yang biasanya Anda baca. Tetapi tak perlu mengesankan bahwa bacaan Anda hanya untuk orang-orang pintar atau orang tertentu saja. Bila Anda menceritakan sebuah majalah dengan segmen tertentu, sadari bahwa lawan bicara Anda belum tentu tertarik mendengarnya.

Sumber : logo_kg

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kriteria SDM yang Baik seperti Apa, Sih?

.
0 Pendapatmu

SDM yang baik

Kadang, dalam sebuah perusahaan, sering kali terasa ada dinding pemisah antarbagian. Idealnya, bagian sumber daya manusia atau SDM adalah yang berwenang untuk menjembatani hal ini. Namun, bagaimana jika justru bagian yang seharusnya menjadi jembatan inilah yang memutus hubungan baik?
Donna Turner, praktisi Sumber Daya Manusia Experd, menjelaskan, Manajemen SDM sebenarnya merupakan suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer, dan tenaga kerja lainnya. Manajemen ini hadir untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Bagian atau unit yang biasanya mengurusi SDM adalah departemen sumber daya manusia atau HRD (Human Resources Department). Nah, fungsi operasional dalam Manajemen SDM sendiri menjadi dasar pelaksanaan proses Manajemen SDM yang efisien dan efektif dalam pencaaian tujuan organisasi/perusahaan.
5 Fungsi
Fungsi operasional ini terbagi lima bagian,

yakni:

1. Fungsi Pengadaan
Berurusan dengan proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai kebutuhan perusahaan (the right man in the right place).

2. Fungsi Pengembangan
Mengurusi proses peningkatan keterampilan teknis, teoretis, konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan.

3. Fungsi Kompensasi
Menangani pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung berbentuk uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa (output) karyawan kepada perusahaan.

4. Fungsi Pengintegrasian
Mengatur kegiatan mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan sehingga tercipta kerja sama serasi dan saling menguntungkan. Pengintegrasian merupakan hal penting dan kompleks dalam manajemen SDM karena mempersatukan dua aspirasi atau kepentingan yang bisa saja saling bertolak belakang antara karyawan dan perusahaan.

5. Fungsi Pemeliharaan
Tugasnya mengurusi kegiatan memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan jangka panjang.
Jadi, dapat dilihat bahwa fungsi SDM tak sekadar menjalankan fungsi tradisional kegiatan administrasi, yang berkaitan dengan perekrutan pegawai staffing, coordinating yang dilakukan oleh bagian personalia saja.
Kriteria HR Manager
Benar bahwa HR perlu menjembatani karyawan dengan perusahaan, sesuai fungsi pengintegrasian Manajemen SDM. Proses ini sendiri bukan proses yang mudah. HR dituntut perlu memahami dan mengakomodasi kepentingan, nilai-nilai, kebutuhan, harapan dari banyak pihak internal ataupun eksternal perusahaan.
HR juga dituntut bekerja sama dengan beberapa unit dan lembaga terkait tanpa keluar dari koridor regulasi yang ada. Pihak internal perusahaan ini seperti tenaga kerja dari berbagai strata dan unit perusahaan, serta pihak share holder perusahaan. Sementara pihak eksternal perusahaan, seperti kondisi lingkungan masyarakat lokal, nasional, dan global yang relevan dengan pihak perusahaan.
Mengenai kriteria HR Manager yang baik, antara lain dapat me-manage manajemen SDM agar dapat menjalankan ke-5 fungsi di atas dengan optimal. HR bisa saja diaudit oleh pihak yang memiliki wewenang dan kapasitas mengaudit. Namun, akan lebih ideal apabila audit dilakukan oleh pihal eksternal perusahaan sehingga lebih netral. Kebutuhan perlu tidaknya pengauditan HR memang bisa datang dari para karyawan yang mengajukan usulan ke top manajemen. Namun, wewenang perlu tidaknya HR diaudit tetap diputuskan oleh manajemen atas.
Buktikan dan Konsultasikan
Jika Anda merasa HR Manager tidak melakukan tugasnya dengan baik, atau bahkan menyalahgunakan wewenangnya, ada baiknya untuk mengajukan usulan ditunjang dengan bukti-bukti obyektif dan alasan yang rasional. Dengan begitu, usulan Anda dianggap kuat untuk dipertimbangkan. Konsultasikan masalah Anda dengan pihak yang mengerti masalah HR dan manajemen HR. Jadi, sebelum Anda maju untuk mengajukan usulan audit, Anda yakin bahwa langkah Anda sudah benar.
Biasanya, sebelum dilakukan langkah formal, akan dilakukan langkah-langkah informal ataupun mediasi antara karyawan dan pihak HR. Ini bisa dilakukan melalui forum dialog ataupun forum lain yang didasari itikad baik untuk menyelesaikan masalah dengan tujuan baik demi kepentingan semua pihak.

 

Sumber : logo_kg

Klik disini untuk melanjutkan »»

Berdoa dengan hati tulus

.
0 Pendapatmu

Ayat bacaan: Matius 6:5
====================
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya."

 

Berdoa tulus hati "Bagaimana sih aku harus berdoa? Aku bukan orang yang pintar merangkai kata." Itu kata seorang teman ketika saya menyarankan dirinya untuk mulai mengisi hari-hari dengan doa. Mungkin ada yang tertawa mendengar pertanyaan itu, tapi sebenarnya ada banyak orang yang mengira bahwa doa itu sama seperti puisi atau lirik lagu, yang harus dibuat bersajak, memakai kata-kata yang terangkai indah atau malah sepanjang mungkin. Tidaklah mengherankan jika banyak orang yang tidak berani memimpin doa bahkan dikalangan teman-temannya sendiri. Bagus tidaknya sebuah doa bukan lagi didasarkan kepada kesungguhan hati, ketulusan dan kejujuran, melainkan kehebatan bermain kata. Doa bukan lagi merupakan sarana hubungan antara kita dengan Tuhan, namun sudah bergeser maknanya menjadi ajang untuk memamerkan kemampuan merangkai kata atau mencari popularitas diri sendiri.
Bukan itu yang dicari Tuhan dari kita. Bukankah Tuhan sendiri sudah berfirman bahwa "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7) ? Tuhan tidak melihat hebat tidaknya rangkaian kata-kata puitis, tapi Dia melihat hati kita. Apakah doa yang kita panjatkan berasal dari hati yang tulus, atau semua itu hanyalah dilakukan untuk memamerkan diri kita sendiri didepan orang lain. Ketika makna doa bergeser menjadi untuk kepentingan duniawi, agar dipuji orang, agar terlihat suci, sebagai ajang pameran rohani, maka sesungguhnya Tuhan pun tidak lagi berkenan atas doa-doa yang kita panjatkan, meski dalam rangkaian kata yang begitu indah. Doa yang didengarkan Tuhan adalah doa yang didsarkan kepada kejujuran atau ketulusan bukan kepura-puraan.
Kita bisa melihat reaksi Yesus terhadap orang-orang Farisi. Ketika itu orang Farisi terkenal dengan kegemarannya berdoa di sudut-sudut jalan yang ramai, ditengah pasar atau kerumunan orang. Pokoknya dimana ada keramaian, maka mereka pun segera pasang aksi. Mereka mengira Tuhan akan terkesan dengan perilaku mereka, namun sebenarnya justru sebaliknya. Tuhan tidak suka dengan gaya seperti ini.

Yesus pun segera mengingatkan murid-muridNya untuk tidak meniru cara tersebut. "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya." (Matius 6:5). Yesus pun melanjutkan bahwa berdoa itu justru sebaiknya dilakukan dengan mencari tempat yang sepi dan tenang, seperti di dalam kamar, agar kita bisa memusatkan seluruh diri kita untuk mencari Bapa dan mendengarkan suaraNya. "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (ay 6). Tidak cukup sampai disitu, Yesus pun melanjutkan peringatan agar kita jangan bertele-tele dalam berdoa. Berpanjang lebar, berulang-ulang seolah-olah Tuhan itu pelupa atau sulit mengerti isi hati kita. "Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan." (ay 7). Mengapa demikian? "karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya." (ay 8). Lalu Yesus pun memberikan contoh doa yang baik yang kita kenal dengan Doa Bapa Kami. (ay 9-15).
Apa yang diajarkan Yesus sesungguhnya jelas. Dia mengingatkan kita bahwa doa itu dipanjatkan hanya untuk Tuhan saja, dan bukan untuk didengarkan manusia. Ini berarti bahwa Tuhan mementingkan isi hati kita yang tulus, datang dan mengatakan apa adanya di hadapan Tuhan, mencurahkan isi hati kita tanpa ada agenda-agenda terselubung, tanpa ada maksud lain selain menjalin hubungan secara langsung dengan Tuhan. Ketika berdoa dilakukan agar mendapat pujian, supaya dinilai hebat rohani oleh orang lain, agar terlihat pintar bermain kata-kata puitis, punya banyak perbendaharaan kata dan lain-lain, ketika itu pula kita menjadi orang yang munafik. Dalam kemunafikan tidak ada lagi ketulusan. Motivasi berdoa yang benar itu sungguh penting. Berdoa nonstop 24 jam pun akan percuma apabila dilakukan dengan motivasi yang hanya mencari perhatian dari orang lain.
Tuhan sangat tidak menyukai orang-orang munafik yang mempergunakan doa untuk tujuan atau motivasi yang hanya mencari pujian. Lihat apa kata Tuhan mengenai hal ini. "Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi." (Yesaya 29:13-14). Keajaiban yang menakjubkan bukanlah keajaiban dalam arti positif, tapi mengacu kepada pukulan yang bertubi-tubi. Jurang kebinasaan pun menganga di depan mata.
Firman Tuhan berkata "Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit." (Pengkotbah 5:2). Ini mengingatkan kita untuk tidak mementingkan rangkaian kata-kata panjang. Apa yang berkenan bagi Tuhan adalah doa yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, yang berasal dari hati yang tulus. Ketulusan sungguh memegang peranan penting dalam menjalin hubungan yang dekat dengan Tuhan. Dengan menerima Kristus sebagai Juru Selamat dan mendapatkan anugerah Roh Kudus dalam diri kita, sudah seharusnya kita datang kepada Bapa dengan hati yang tulus ikhlas dan iman yang teguh. "Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni." (Ibrani 10:2). Janganlah sama dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, yang mengira bahwa doa yang dijawab adalah doa yang dirangkai dengan kata-kata mutiara, berpanjang lebar atau berulang-ulang, atau bahkan berupa hafalan. Berdoa dengan kata-kata indah itu bagus, tapi semua itu tidaklah ada gunanya jika bukan berasal dari hati yang tulus. Jika seperti itu, jangan harap Tuhan mau menjawab doa kita. Hati Tuhan akan tersentuh jika kita berdoa dengan hati yang tulus, karena apa yang ada di hati kita,itulah yang dilihat Tuhan. Tidak perlu bingung seperti teman saya ketika hendak berdoa. Datang apa adanya, membawa diri kita sendiri dengan jujur di hadapan Allah akan jauh lebih bernilai daripada doa yang mementingkan gaya dan motivasi-motivasi salah lainnya. Bukan cara kita berdoa yang paling penting, tetapi sikap hati kita ketika melakukannya, itulah yang dilihat Tuhan.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Hadie-Littha_1979 To Blogger.com | Template by Hadie-Littha_1979